Kategori: Tips Belanja

7 Langkah Merawat Pakaian Agar Awet dan Tidak Cepat Rusak

Lemari pakaian tertata rapi dengan pakaian terlipat dan gaun di gantungan

Pakaian cepat rusak biasanya bukan karena sering dipakai, tapi karena salah cara mencuci dan menyimpannya. Serat kain melemah oleh air panas, deterjen berlebih, dan gesekan mesin cuci. Tujuh langkah berikut bisa diterapkan minggu ini tanpa membeli alat baru.

1. Baca label perawatan sebelum mesin cuci dinyalakan

Simbol di label menunjukkan suhu air maksimal, cara pengeringan, dan apakah pakaian boleh disetrika. Kain wol dan sutra umumnya butuh air dingin serta pengeringan tanpa panas. Kapas boleh dicuci lebih keras, tetapi tetap menyusut di air panas. Kebiasaan mengecek label mencegah kesalahan yang tidak bisa diperbaiki, seperti kain mengerut permanen atau warna pudar.

2. Pisahkan cucian berdasarkan warna dan jenis kain

Pakaian berwarna gelap baru melepas sebagian pewarna pada beberapa kali pencucian pertama. Kalau dicampur dengan putih, hasilnya abu-abu kusam yang sulit dikembalikan. Pisahkan juga kain tebal seperti denim dari bahan tipis supaya gesekan di dalam mesin tidak membuat kain tipis menggembos.

  • Putih dan warna sangat terang dalam satu keranjang.
  • Warna gelap dan cerah dipisah agar tidak saling menodai.
  • Kain halus, renda, dan rajutan dimasukkan ke kantong cuci.
  • Handuk dan selimut dicuci terpisah karena banyak menumpuk serat.

3. Balik pakaian sebelum dicuci

Membalik bagian dalam keluar melindungi warna dan permukaan kain dari gesekan drum mesin. Cara ini juga menjaga sablon, bordir, dan aplikasi manik agar tidak tergores atau terkelupas. Untuk jeans, membaliknya sekaligus mengurangi warna biru yang luntur ke air cucian.

4. Pakai deterjen secukupnya dan hindari air panas

Deterjen berlebih meninggalkan residu yang membuat kain terasa kaku dan memicu iritasi pada kulit sensitif. Takaran pada kemasan biasanya cukup untuk cucian yang sangat kotor, jadi kurangi sedikit untuk pakaian sehari-hari. Air hangat boleh dipakai untuk pakaian kerja yang berminyak, tetapi air dingin lebih aman untuk warna dan bahan elastis seperti spandex.

5. Keringkan dengan cara yang sesuai bahan

Sinar matahari langsung memudarkan warna cerah dan melemahkan serat kain dalam jangka panjang. Jemur pakaian di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik, dan balik bagian dalam ke luar. Rajutan sebaiknya dikeringkan dengan cara dibentangkan di atas handuk, bukan digantung, karena air yang menyeret ke bawah bisa membuat bahu melar. Untuk pakaian formal seperti gaun, cara merawat gaun pengantin sebelum hari pernikahan bisa jadi acuan menyimpan bahan halus agar tetap rapi.

6. Setrika dengan suhu yang tepat

Suhu setrika terlalu tinggi bisa membuat kain mengkilap atau meleleh, terutama poliester dan bahan sintetis. Mulai dari suhu rendah, lalu naikkan perlahan bila lipatan belum rata. Gunakan kain tipis sebagai alas saat menyetrika bahan sensitif. Setrika pakaian dalam keadaan sedikit lembap agar serat lebih mudah diluruskan dan hasilnya lebih rapi.

7. Simpan pakaian dengan cara yang benar

Gantungan yang terlalu sempit membuat bagian bahu kemeja melar dan meninggalkan bekas. Gunakan gantungan berlekuk untuk kemeja dan blouse, sedangkan rajutan dilipat agar tidak menggantung dan memanjang. Sisakan ruang di lemari agar udara bisa bergerak dan pakaian tidak berbau apek. Masukkan pewangi atau silica gel di sudut lemari untuk menjaga kelembapan.

Pakaian yang bentuknya masih bagus akan lebih mudah dipadukan saat berbelanja. Kalau kamu sering bingung memilih atasan untuk ke kantor, perbandingan atasan wanita untuk kerja bisa membantu memilih bahan yang sesuai rutinitas harianmu.

Menghitung biaya perawatan pakaian

Merawat pakaian juga soal anggaran. Pakaian yang awet mengurangi pengeluaran belanja, tetapi mencuci dan menyetrika tetap memakan biaya listrik, air, dan deterjen. Kalau kamu tengah mengatur pengeluaran rumah tangga karena akan tinggal di tempat baru, cara menghitung biaya pindah rumah agar tidak boncos memberi gambaran cara memisahkan pengeluaran wajib dan opsional. Prinsip yang sama berlaku untuk anggaran perawatan pakaian: tentukan batas bulanan, lalu sesuaikan kebiasaan mencuci.

Kapan pakaian sebaiknya tidak dipakai lagi

Kain yang sudah menipis, jahitan yang berulang kali lepas, atau noda membandel yang tidak hilang setelah dua kali pencucian biasanya sudah tidak layak dipakai. Mengenali tanda ini mencegah kamu menyimpan pakaian yang hanya memenuhi lemari. Sisihkan untuk didaur ulang atau disumbangkan bila masih layak.

Merawat pakaian tidak membutuhkan langkah rumit. Mulai dari membaca label, memilah cucian, memakai deterjen secukupnya, mengeringkan dengan benar, menyetrika sesuai suhu bahan, hingga menyimpan dengan gantungan yang tepat. Kebiasaan kecil inilah yang membuat warna dan bentuk pakaian bertahan lebih lama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Seberapa sering sebaiknya pakaian dicuci?

Pakaian yang menempel langsung di kulit dan dipakai saat berkeringat, seperti kaus dan pakaian dalam, dicuci setiap kali pakai. Jeans, celana bahan, dan jaket bisa dipakai beberapa kali sebelum dicuci asalkan tidak berbau dan tidak terkena noda.

Apakah air panas membuat pakaian cepat rusak?

Air panas mempercepat lunturnya warna dan menyusutkan bahan berbasis kapas serta wol. Gunakan air dingin untuk sebagian besar pakaian, dan simpan air hangat hanya untuk cucian yang benar-benar kotor atau bernoda minyak.

Bagaimana cara menyimpan pakaian agar tidak berbau apek?

Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dilipat atau digantung. Jangan menjejalkan terlalu banyak pakaian dalam satu rak, dan letakkan penyerap kelembapan di lemari. Pakaian yang lama tidak dipakai sebaiknya diangin-anginkan beberapa jam sebelum disimpan kembali.

Continue Reading